Program Pengendalian KLB Penyakit Menular Dan Keracunan Pangan

Program Pengendalian Klb Penyakit Menular Dan Keracunan Pangan
Sebagaimana pada umumnya, suatu program harus mengikuti siklus manajemen yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan monitoring/evaluasi.

1. Perencanaan
Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan tersebut memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya mereka secara berhasil guna dan berdaya guna. Dalam menyusun perencanaan untuk pengendalian KLB penyakit menular dan keracunan makanan dapat mengikuti tahapan penyusunan perencanaan sebagai berikut :

1) Lakukan analisis masalah
Yang dimaksudkan dengan analisis masalah adalah mempelajari secara cermat permasalahan yang ada terkait dengan pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) yang selama ini terjadi di suatu wilayah. Analisis dapat diawali dengan kegiatan mengumpulkan semua data yang terkait dengan KLB tersebut kemudian data itu diolah dalam bentuk berbagai tampilan dan perhitungan-perhitungan. Dari pengolahan tersebut akan didapatkan daftar/listing masalah. Beberapa contoh masalah yang terkait dengan KLB dan keracunan misalnya :
  • KLB masih sering terjadi setiap waktu
  • Setiap KLB terjadi menyerang sejumlah besar penduduk
  • Setiap KLB terjadi memerlukan waktu lama untuk menghentikan
  • Setiap KLB terjadi selalu disertai korban meninggal yang cukup banyak
Dari serangkaian daftar masalah tersebut selanjutnya dicari akar penyebab dari masing-masing masalah. Banyak teori yang dapat digunakan untuk menelusuri akar masalah salah satunya memakai teori sirip ikan. Dari kegiatan ini pada akhirnya akan didapatkan daftar masalah yang dilengkapi dengan akar masalahnya.

2) Penetapan masalah prioritas
Setelah kita ketahui daftar masalah dengan berbagai penyebabnya, maka tugas selanjutnya
adalah menetapkan prioritas masalah. Banyak teori yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas masalah. Secara sederhana penetapan prioritas dapat dipertimbangkan beberapa hal dibawah ini:
  • Keseriusan masalah, yang dapat diukur dari dampak yang ditimbulkan misalnya angka kematian dan kecepatan penularan.
  • Ketersediaan teknologi atau kemudahan mengatasi masalah tersebut
  • Sumberdaya yang tersedia.
3) Inventarisasi alternatif pemecahan masalah
Seperti halnya identifikasi masalah dan penyebabnya, maka untuk alternatif pemecahan masalah juga perlu diawali identifikasi berbagai alternatif pemecahan masalah. Dari berbagai alternatif masalah tersebut kemudian ditetapkan alternatif pemecahan masalah yang paling prioritas. Untuk menetapkan prioritas alternatif pemecahan masalah dapat dipertimbangkan beberapa hal di bawah:
  • Efektif tidaknya alternatif pemecahan masalah tersebut
  • Efisien tidaknya alternatif pemecahan masalah tersebut
4) Menyusun dokumen perencanaan
Setelah kita tetapkan prioritas alternatif pemecahan masalah, maka langkah selanjutnya adalah menuangkan hal-hal tersebut dalam dokumen perencanaan. Dokumen perencanaan sebaiknya ditulis secara detail/rinci, agar setiap orang dapat memahami dengan mudah dari isi perencanaan tersebut. Beberapa komponen penting yang sebaiknya ditampung dalam dokumen perencanaan adalah sebagai berikut:
  • Target/tujuan yang akan dicapai (sebaiknya memenuhi SMART : specific, measurable, achievable, reliable, timely)
  • Uraian kegiatan yang akan dilaksanakan
  • Dimana kegiatan akan dilaksanakan
  • Kapan kegiatan akan dilaksanakan (jadwal waktu pelaksanaan)
  • Satuan setiap kegiatan
  • Volume setiap kegiatan
  • Rincian kebutuhan biaya setiap kegiatan dan dari mana sumber biaya akan diperoleh.
  • Ada petugas yang bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan
  • Metoda pengukuran keberhasilan
2. Pelaksanaan
Pada prinsipnya tahap pelaksanaan adalah tahap implementasi dari dokumen perencanaan. Oleh karena itu pada tahap pelaksanaan yang terpenting adalah menggerakkan seluruh komponen perencanaan, sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan. Mengkoordinasikan semua pihak/orang-orang yang bertanggung jawab dari setiap kegiatan, sehingga terjadi koordinasi dan kerjasama yang optimal. Hal-hal yang perlu diwaspadai pada tahap pelaksanaan ini adalah:
  • Kemungkinan tidak tepatnya waktu pelaksanaan seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan dari sebagian atau keseluruhan kegiatan.
  • Kemungkinan tidak terjadinya koordinasi antar kegiatan
  • Pemahaman yang berbeda dari penanggung jawab kegiatan
3. Pengendalian (monitoring/supervisi)
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang dapat mengancam pencapaian tujuan dari perencanaan tersebut maka diperlukan kegiatan monitoring secara kontinyu selama kegiatan berlangsung. Setiap kegiatan harus dilakukan supervisi secara rutin dan berkesinambungan. Supervisi dilakukan bukan berarti tidak percaya kepada pananggung jawab kegiatan namun semata-mata untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan benar-benar dilaksanakan sesuai dengan dokumen perencanaan.

Program Pengendalian KLB Penyakit Menular Dan Keracunan Pangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar