Tendinitis Supraspinatus


     Tendinitis supraspinatus adalah peradangan pada tendon supraspinatus akibat gesekan tendon terhadap tulang bahu (yang dibentuk oleh caput humeri dengan bungkus kapsul sendi glenohumeral sebagai alasnya, dan akromion serta ligamentum coraco acromiale sebagai penutup bagian atasnya) secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, terutama dalam pekejaan overhead: berenang, melukis, tenis. Tendinitis supraspinatus adalah peradangan pada tendon supraspinatus.

a.       Etiologi

     Pada umumnya disebabkan oleh trauma, tapi bisa juga disebabkan oleh gerakan-gerakan overhead (berenang, melukis, tennis) dan overuse.

b.      Perubahan patologi

     Gerakan-gerakan overhead (berenang, melukis, tennis) atau gerakan abduksi shoulder yang statik dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kontraksi otot tidak maksimal sehingga otot mengalami kekurangan oksigen dan sirkulasi darah tidak berjalan dengan baik pada sendi bahu tersebut dan terjadi critical zone, dimana terjadi perubahan struktur sendi dan terjadilah penyempitan pembuluh darah yang akan menyebabkan gangguan sirkulasi, dan dalam jangka waktu yang lama akan terjadi kerusakan tendon supraspinatus, dimana akan menimbulkan penumpukan calsium didalam bursa, dan bila hal ini berlanjut lagi maka terjadilah tendinitis supraspinatus. 

c.       Stadium tendinis supraspinatus

-          Keluhan

Stadium 1 : Keluhannyeri sesudah aktifitas saja.

Stadium 2 : nyeri saat hampir selesai kerja/sport dan sesudahnya.

Stadium  3 :  nyeri saat & sesudah kerja/sport, tetapi masih dpt melakukan dengan baik.

Stadium 4 : nyeri saat dan sesudah kerja/sport dengan prestasi turun.

Stadium 5 : idem, juga saat istirahat.

-          Temuan asesmen

      Terjadinya painful arc :

 Stadium 1 : Abduksi isometris nyeri saat beban diturunkan.

 Stadium 2 d 3 : Abduksi isometris nyeri dan terjadi painful arc.

Stadium 4 : Abduksi isometris nyeri dan terjadi painful arc dan elevasi maksimal nyeri.

d.      Tanda dan gejala klinis

1)      Adanya nyeri tekan pada tendon supraspinatus yang berinsertio pada tuberculum mayus.

2)      Adanya nyeri gerak, eluhan nyeri timbul bila lengan diabduksikan aktif dari 60 -75 derajat (painful arc), rasa nyeri diarasakan di seluruh daerah bahu dan dapat mengganggu tidur.

e.       Komplikasi/ faktor penyulit

     Karena adanya nyeri akibat strain pada otot supraspinatus maka terjadilah keterbatasan LGS, yang akan mengakibatkan penderita malas menggerakkan tangannya,terutama garakan abduksi,sehingga otot disekitar gelang bahu tidak berkontraksi secara maksimal dan bisa menimbulkan kontraktur, dan  jika tidak ditangani sedini mungkin dapat menimbulkan komplikasi prosen shoulder.

f.      Prognosis

     Prognosis untuk tendinitis supraspinatus sangat baik, bila ditangani sedini mungkin dengan tepat dan intensif.

g.       Diagnosa

     Untuk menentukan atau menegakkan diagnosa pada kondisi tendinitis supraspinatus diperlukan suatu anamnesis yang meliputi pemeriksaan fisik (vital sign, inspeksi, palpasi, pemeriksaan gerak, kemampuan fungsional, dan lingkungan aktivitas), dan pemeriksaan spesifik meliputi : pemeriksaan kekuatan otot, pemeriksaan luas gerak sendi, tes khusus, dan pemeriksaan X-ray. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, maka diperoleh diagnosa: Shoulder pain ec. Tendinitis supraspinatus.

h.       Diagnosa banding

     Ada beberapa macam penyakit yang dapat digunakan sebagai diagnose banding dari tendinitis supraspinatus, diantaranya adalah :

- Tendinitis m. infraspinatus

- Tendinitis bicipitalis

- Tendinitis m. subscapularis

- Bursitis subacromialis

- Bursitis subdeltoidea

Tidak ada komentar:

Posting Komentar